Etika mengirim sms pada dosen

Senin, 26 Mei 2014

 

stkip siliw- TO BE NOTED

Lulu tidak habis fikir, mengapa sms yang ia kirimkan pada dosennya sama sekali tidak ada jawabannya. Demikian juga Lili, ia telah me-misscall dosennya berkali-kali, bersama dengan sejumlah sms yang juga ia kirimkan dan masih belum ada jawaban. Berbeda halnya dengan Lila, ia hanya mengirim sms satu kali namun segera mendapatkan jawaban dari dosen tersebut.

Apa yang menyebabkan ketiga gadis tersebut berbeda keadaannya?

Jawabannya terletak pada sms yang dikirimkan pada dosen tersebut !

Mungkin tanpa kita sadari, terkadang kita mengirimkan sms seolah-olah kepada teman sekelas sendiri, padahal dosen tentunya adalah seseorang yang harus kita hormati dan kemungkinan besar adalah orang yang jauh lebih tua.

Jadi, bagaimanakah sebaiknya mengirimkan sms yang baik kepada dosen?

1.Tidak memberikan identitas diri

Contoh : “Sudah dimana? Saya mau bertemu”

Darimana kita tahu bahwa ini adalah sms yang dikirimkan seorang mahasiswa? Jangan-jangan oleh debt collector ! Tentunya akan lebih baik bila menjelaskan “Saya Lili dari kampus hijau, bisakah saya bertemu Bapak/Ibu hari ini?”

2.Mengirimkan sms dengan nada perintah

Contoh :
                   “Sudah diperiksa belum tugas saya? Saya mau segera ambil nih!”

                 “Kok nilai saya masih T ya? Tolong segera diperbaiki !”

                “Hari ini saya mau bimbingan, bisa jam-nya berapa?”

                “Kami sudah di kampus sejak siang, segera datang             secepatnya”

Tentunya ini bukanlah sms yang bernada menyenangkan dan bahkan akan terkesan menyebalkan bila kita kirimkan kepada siapa saja yang disekitar kita. Pastikan selalu sms yang kita kirimkan tidak berkesan memerintah atau bahkan terdengar tidak sopan. Misalnya “Mohon maaf, saya sudah menyerahkan tugas saya minggu lalu, apakah sudah bisa saya ambil? Terima kasih”.

3.Menggunakan bahasa yang tidak EYD

Contoh : “l4g1 d1maNa? ^—–^

                  “Udah sampai mana? Buruan duoonkkkssss !”

Harap diingat bahwa konteks kita mengirim sms kepada dosen adalah konteks resmi dan formal. Seramah apapun dosennya, selalu ingat untuk mengirimkan sms dalam bahasa yang bernada formal dan menggunakan Ejaan Yang Disempurnakan dan usahakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

4.Tidak menggunakan tanda baca dan spasi yang seharusnya

Contoh : SayaUdahDiKampusSudahSampaiManaYa

Bahasa seperti ini tentunya tidak menyenangkan dan akan membuat bingung siapapun yang berusaha membacanya, usahakan ada spasi dan menggunakan tanda baca seperti biasa.

5.Menggunakan tanda seru

Contoh : “Saya sudah kirimkan tugas saya minggu lalu !!!”

               “Sudah dimana, saya sudah tunggu dari tadi !!!!”

                “SAYA INGIN SEGERA BIMBINGAN, SEDANG DIMANA?”

Bagi yang tidak tahu, banyak menggunakan tanda seru dan huruf kapital dalam dunia maya dan dunia digital, berarti sedang marah dan berteriak dan merupakan tindakan yang sangat tidak sopan. Harap dihindari sekali sms yang menggunakan banyak tanda seru dan huruf kapital seperti ini.

6.Mengirimkan sms berkali-kali tanpa jeda

Contoh : “Saya sudah di kampus, lagi dimana?” satu menit kemudian “Saya sudah di kampus, sudah sampai mana ya?” beberapa menit kemudian “Dimana?” lalu sepuluh menit kemudian “Dmn?”

Tidak hanya mengganggu tapi tindakan seperti ini juga tidak dianjurkan. Kita harus memahami bahwa dosen juga manusia dan kemungkinan besar punya banyak kesibukan, bila sms tidak segera dibalas harap menunggu dan sabar.

Jadi contoh yang baik dalam mengirimkan sms misalnya seperti ini :

“Selamat siang, saya Lila dari kelas 2B jurusan bahasa. Apakah mungkin saya bimbingan dengan  Bapak hari ini? Kira-kira jam berapa bila Bapak ada waktu? Terima kasih”

Sms tersebut hanya mengandung 21 kata dan 138 karakter, tentunya tidak akan membutuhkan waktu begitu lama dalam mengetik.

Maka  mari kita saling mengingatkan untuk selalu bernada santun, menggunakan bahasa yang baik dan benar, jelas serta mudah dibaca saat menulis sms dan yakinlah bahwa dosen atau siapapun yang membaca sms tersebut,  akan membalas dengan senang hati.